Syekh Abdul Wahab Asy-Sya’rani adalah seorang ulama besar, ahli fikih mazhab Syafi'i, sekaligus mursyid thariqah yang hidup pada abad ke-10 Hijriah di Mesir. Beliau dikenal produktif dalam menulis berbagai kitab, mulai dari bidang fikih perbandingan ( Mizan al-Kubra ) hingga tasawuf operasional seperti Al-Minah al-Saniyah dan Tanbihul Mughtarrin . Beliau menulis kitab ini atas dasar keprihatinan melihat pergeseran moral masyarakat dan para ulama di zamannya yang mulai menjauh dari tradisi luhur generasi Salafus Shalih . Isi Kandungan Utama Kitab Tanbihul Mughtarrin

Melalui kitab ini, Imam Asy-Sya’rani mengkritik fenomena . Siapakah mereka? Mereka adalah orang-orang yang merasa sudah suci, bangga dengan kuantitas shalat dan dzikirnya, merasa lebih mulia dari pendosa, namun di dalam hatinya bersarang penyakit takabur (sombong), ujub (bangga diri), riya' (pamer), dan hasad (iri hati).

Secara garis besar, materi di dalam kitab ini terbagi menjadi beberapa domain penting:

Saat hujan turun tipis di sore itu, Aisyah menutup laptopnya perlahan. PDF berjudul Tanbīhul-Mughtarrīn — terjemahan dan catatan kaki yang ia unduh seminggu lalu — masih terbuka di layar, seperti lembaran yang menunggu untuk dibaca ulang. Di kampus, ia terkenal karena ketekunan dan rasa ingin tahu yang tak pernah padam; di rumah, ia kadang merasa kosong, seperti potongan teka-teki yang belum menemukan tempatnya.

: A reliable source for digitized Islamic texts. Search for "Tanbihul Mughtarrin Indonesia" to find community-uploaded scans.

: Menghindari sifat riya (ingin dipuji) dan ujub (bangga diri).

: Imam Abdul Wahab bin Ahmad bin Ali Al-Sha'rani (d. 973 AH).

Melalui kisah-kisah nyata para ulama salaf, pembaca diajak menyadari bahwa ilmu yang tinggi tidak ada gunanya jika tidak dibarengi dengan ketawaduan (rendah hati).

Imam As-Sya'rani dengan tajam mengidentifikasi berbagai bentuk "tipuan" ( ghurur ) yang sering menjerat manusia, baik di masanya maupun di masa kini. Di antaranya adalah:

Generasi salaf sangat menyembunyikan amal kebaikan mereka karena takut akan penyakit riya'. Sebaliknya, orang-orang yang tertipu di masa kini cenderung memamerkan ibadah mereka, baik secara langsung maupun melalui media sosial, demi mendapatkan pujian atau pengakuan sebagai orang shaleh. 2. Ketakutan yang Mendalam terhadap Siksaan Allah

Kitab Tasawuf karangan Imam Abdul Wahab As-Sya'rani yang berisi peringatan bagi manusia agar tidak terbuai oleh tipuan hawa nafsu dan duniawi serta mengajak meneladani akhlak para ulama salaf.

Request a Proposal

file types: pdf, doc, docx, ppt, pptx

This form collects your information for follow up and will add you to our mailing list. You can unsubscribe or update your subscription preferences at any time. Check out our privacy policy for more details on how we protect and manage your data.
This form collects your information for follow up and will add you to our mailing list. You can unsubscribe or update your subscription preferences at any time. Check out our privacy policy for more details on how we protect and manage your data.